Dalam sejumlah hadis, pasar disebut sebagai salah satu tempat yang perlu diwaspadai karena aktivitas di dalamnya dapat membuat seseorang lalai. Di sisi lain, Islam juga memberikan kedudukan mulia kepada para pedagang yang jujur dan amanah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas jual beli perlu dibarengi dengan nilai-nilai agama. Tanpa pengendalian diri dan kejujuran, kesibukan berdagang dapat menjadi pintu munculnya berbagai perilaku tercela, seperti menipu, berbuat curang, sombong, maupun lalai dari mengingat Allah.
Sebaliknya, kejujuran dalam berdagang mendapatkan keutamaan besar. Dalam kitab Fadhilah Sedekah disebutkan keutamaan pedagang yang jujur dan amanah, termasuk kabar gembira tentang balasan besar dari Allah bagi mereka.
Semangat untuk menjaga aktivitas perdagangan agar tetap bernuansa agama inilah yang terlihat di Pasar Temboro.
Setiap Kamis, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, aktivitas perdagangan di Pasar Temboro dihentikan sementara. Para pedagang, yang mayoritas merupakan ibu-ibu, kemudian diarahkan untuk mengikuti taklim atau pengajian ibu-ibu di rumah Ustadz Bilal, yang berada di bagian belakang pasar.
Selama satu jam, para pedagang meninggalkan aktivitas jual beli untuk mengikuti pengajian. Mereka mendapatkan pengingat dan nasihat keagamaan sebagai bekal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam berdagang.
Setelah taklim selesai, aktivitas perdagangan kembali dibuka hingga sekitar pukul 11.30 WIB.
Menjelang masuk waktu Dzuhur, kegiatan perdagangan kembali dihentikan. Para pedagang dan masyarakat kemudian bersiap menunaikan ibadah.
Khusus kaum laki-laki, mereka diarahkan untuk meninggalkan aktivitas perdagangan dan mengikuti shalat Dzuhur berjamaah di masjid-masjid terdekat.
Dengan demikian, Pasar Temboro bukan sekadar tempat berlangsungnya transaksi ekonomi. Di sela-sela kesibukan jual beli, terdapat upaya untuk menjaga agar aktivitas perdagangan tetap berjalan seiring dengan kehidupan agama.
Pasar tetap hidup, tetapi taklim juga tetap hidup. Aktivitas mencari rezeki berjalan, sementara kewajiban kepada Allah tidak ditinggalkan.
Pasar yang Hidup dengan Taklim
TEMBORO — Aktivitas jual beli di pasar tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di Temboro, kegiatan perdagangan juga diiringi dengan aktivitas keagamaan yang secara rutin mengingatkan para pedagang agar tetap menjaga nilai-nilai agama dalam bermuamalah.
